Jakarta (KABARIN) - Brahim Diaz mengungkapkan permintaan maaf kepada rekan tim dan rakyat Maroko setelah gagal mengeksekusi penalti pada final Piala Afrika 2025 melawan Senegal.
Kegagalan tersebut menjadi momen penting yang berujung pada kekalahan Maroko di partai puncak.
Melalui akun Instagram pada Senin (20/1), Diaz menulis bahwa dirinya sangat terpukul dan merasa bertanggung jawab penuh atas kejadian itu.
“Saya memimpikan gelar ini berkat semua cinta yang kalian berikan kepada saya, setiap pesan, setiap dukungan yang membuat saya merasa tidak sendirian. Saya berjuang dengan segala yang saya miliki, dengan sepenuh hati. Kemarin saya gagal dan saya bertanggung jawab sepenuhnya. Saya meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam,” tulis Diaz.
“Luka ini tidak mudah sembuh, tetapi saya akan berusaha bangkit.”
Diaz tampil cemerlang sepanjang turnamen dan menjadi top skor Piala Afrika 2025 dengan lima gol. Keberadaannya sangat menentukan keberhasilan Maroko melaju hingga final.
Kesempatan penalti datang setelah pelanggaran El Hadji Malick Diouf terhadap Diaz, yang memicu kontroversi dan protes keras dari kubu Senegal hingga pelatih Pape Thiaw sempat meminta pemainnya meninggalkan lapangan.
Pertandingan akhirnya dilanjutkan, dan penalti dieksekusi pada menit ke-24 masa injury. Namun tendangan panenka Diaz berhasil diantisipasi kiper Senegal, Edouard Mendy.
Kegagalan itu menjadi penentu. Senegal kemudian memastikan kemenangan melalui gol Pape Gueye di babak tambahan waktu dan mengangkat trofi Piala Afrika kedua mereka.
Diaz tak kuasa menahan air mata saat menerima Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.
“Saya akan terus melangkah maju hingga suatu hari nanti saya bisa membalas semua cinta ini dan menjadi kebanggaan bagi rakyat Maroko,” tutup Diaz.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026